Hallo anak kos! Bagi kawan-kawan mahasiswa atau perantau yang harus tinggal terpisah dari keluarga, menyewa kamar kos adalah hal yang wajar. Mereka biasanya akan menyewa dalam bentuk bulanan, tapi ada juga yang per 6 bulan bahkan tahunan. Kalian termasuk yang mana nih?

Buat yang sedang bingung mau sewa kamar kos atau tidak jika merantau, artikel ini akan membantu kalian untuk mempertimbangkan keputusan sebelum menjadi anak kos. Ternyata, ada sisi suka dan sisi duka yang dirasakan oleh anak kos, apa saja? Kira-kira buat anak kos pasti udah tau kan suka duka anak kos, pernah mengalami yang mana nih kalian?

1. Toleransi Antar Penghuni Kos

Jika kalian tinggal di kamar kos, tentunya kalian juga akan hidup berdampingan dengan penghuni kos yang lain. Mereka biasanya berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda-beda. Di awal pertama kali kenalan, kalian harus membangun relasi yang baik sebagai tetangga. Hal ini pasti akan mempermudah kalian sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Kalian juga akan diajarkan mengenai toleransi karena latar belakang dan kebiasaan yang berbeda. Mulai dari tidak boleh berisik, menyetel lagu dengan volume keras, menjaga kebersihan area luar kamar kos, mengatur waktu mandi dan lama di kamar mandi, hingga termasuk berbagi fasilitas dapur jika disediakan untuk bersama.

Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com
Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com

2. Pola Makan

Nah ini mungkin yang akan sangat terasa berbeda, antara tinggal sendiri dikos dengan tinggal dirumah bersama keluarga. Bagi sebagian besar anak kos, mereka menyadari bahwa ada perubahan pola makan, baik itu dari segi waktu yang kadang tidak teratur, hingga makanan yang dimakan. Jika dirumah, kalian akan makan di waktu yang normal dan komposisi yang baik. Sementara jika tinggal dikos, kadang kalian harus telat makan, dan juga berhemat dengan makan makanan yang murah.

Tapi ada juga yang sebaliknya. Banyak anak kos yang justru sangat bebas dengan pola makan, sehingga berat badan berubah drastis ketika tinggal dikos. Selain itu, anak kos juga diajari untuk mandiri, dengan mengelola pengeluaran belanja masakan dan masak sendiri di dapur kos. Kalau kalian, pilih jajan diluar atau masak sendiri?

Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com
Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com

3. Hidup Bebas?

Suka duka menjadi anak kos juga merambah ke sisi gaya hidup. Ada banyak anak kos yang terbawa pergaulan teman-temannya, sehingga menjadi orang yang punya gaya hidup yang bebas, mulai dari kesenangan yang berubah, hingga jam main yang tidak menentu. Tentunya ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tinggal dirumah, yang kehidupan dan pergaulannya masih dipantau oleh orang tua dan keluarga.

Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com
Suka Duka Anak Kos, Pernah Mengalami yang mana? | sumber: pexels.com

Tetapi sisi positifnya, tinggal di kos akan membuat kalian mampu beradaptasi dan menemukan komunitas posifif yang mungkin tidak bisa kalian temukan jika tinggal dirumah. Kalian akan lebih fleksibel dalam beraktivitas, dan mungkin saja menemukan kesempatan untuk menyalurkan kegemaran serta hobi bersama komunitas baru.

Nah buat kalian yang baru akan merantau dan masih bingung gimana caranya memilih kos, bisa baca artikel tentangĀ Tips Memilih Kos-Kosan Bagi Mahasiswa yang Baru Merantau. Semoga bermanfaat!